
Dalam struktur organisasi dibanyak perusahaan (terutama di sektor energi (migas, batu bara, geotermal), pertambangan, dan jasa kebumian), ahli geologi dan ahli geofisika sering kali disatukan dalam satu divisi atau departemen yang biasanya disebut “Divisi Geosains” atau “Divisi Geologi & Geofisika (G&G)”. Mengapa mereka sering disatukan? Ahli Geologi fokus pada sampel fisik: batuan, fosil, struktur di permukaan, dan data inti bor. Mereka memberikan konteks sejarah dan proses pembentukan batuan. Ahli Geofisika fokus pada sinyal fisis dari dalam bumi: sinyal seismik, sinyal elektromagnetik, data gravitasi, magnet, dan listrik. Mereka memberikan gambaran 2D atau 3D tentang struktur bawah permukaan bumi. Dengan menggabungkan kedua data ini, perusahaan bisa membangun model bawah permukaan bumi yang jauh lebih akurat dan andal. Data geofisika tanpa interpretasi geologi bisa menyesatkan, sementara interpretasi geologi tanpa data geofisika sangat terbatas kedalamannya. Ahli geologi dan ahli geofisika memang sering dan bahkan cenderung selalu disatukan dalam divisi geosains di suatu perusahaan. Integrasi ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi merupakan suatu keharusan teknis dan bisnis karena sinergi antara kedua bidang ilmu tersebut menghasilkan pemahaman bawah permukaan bumi yang jauh lebih unggul, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesuksesan dan profitabilitas perusahaan.
Hanya di Universitas Indonesia, Program Studi Geologi dan Program Studi Geofisika lahir dan tumbuh bersama, saling mengisi dan saling melengkapi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia merupakan institusi yang mewadahi Program Studi Geologi dan Program Studi Geofisika. Hingga saat ini, kedua program studi baru membuka program sarjana (S1). Penyebutan kedua program studi secara sekaligus adalah Geosains atau G&G, mengikuti kelaziman di dunia usaha dan dunia industri yang bergerak di bidang kebumian. Kedua program studi berdiri tahun 2015 atas mandat dari Pemerintah RI, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), untuk (1) memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang mampu mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, (2) mampu memitigasi potensi bencana alam yang frekuensinya terus meningkat, serta (3) mampu mengembangkan potensi geowisata sebagai wujud konservasi/pelestarian keunikan dan keragaman fenomena kebumian di Indonesia.
Geosains UI dalam Angka
Geosains UI dalam Angka merupakan publikasi tahunan berisi data aktual semenjak dibukanya Program Studi S1 Geologi dan S1 Geofisika di tahun 2015. Data ini diharapkan dapat membantu melengkapi penyusunan rencana pengembangan kegiatan Tridharma di lingkungan Departemen Geosains FMIPA UI.


Info buat Maba 2025
Selamat datang mahasiswa baru angkatan 2025 di Program Studi S1 Geologi dan Program Studi S1 Geofisika, FMIPA, Universitas Indonesia. Sebagai civitas baru, di lingkungan baru, tentu banyak hal yang mesti diketahui agar petualangan hidup menjalani kuliah di UI bisa berjalan lancar dan sukses.