Penguatan Kompetensi Geosains – Kunjungan Institusi Mahasiswa UI ke BBMKG Wilayah II, Ciputat, Tangerang Selatan

Pada Rabu, 12 November 2025, sekelompok mahasiswa Program Studi S1 Geologi dan S1 Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia yang mengambil mata kuliah Meteorologi & Klimatologi melaksanakan Kunjungan Institusi ke Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II yang berlokasi di Jl. H. Abdul Gani No.05, Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa peserta mata kuliah di bawah bimbingan tim dosen dan asisten pengajar.

Rombongan berangkat dari FMIPA UI pada pukul 08.30 WIB dan tiba di lokasi BBMKG Wilayah II sekitar pukul 09.30 WIB. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, sambutan dari pihak UI dan BBMKG Wilayah II, penyerahan plakat, dan pembagian kelompok untuk sesi diskusi. 

Kegiatan inti berupa pemaparan materi dan sesi tanya jawab yang berfokus pada sistem pengamatan cuaca, iklim, dan penerapannya dalam mitigasi bencana hidrometeorologi, serta kaitannya dengan ilmu kebumian.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Kristin dari Bidang Meteorologi, yang memberikan panduan mengenai Operasional Stasiun Cuaca dan Mekanisme Pengamatan Unsur-Unsur Cuaca. Beliau memaparkan tentang proses pengambilan data harian, kalibrasi alat, dan bagaimana data ini digunakan untuk menghasilkan prakiraan cuaca yang akurat.

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Elvina dari Bidang Klimatologi, yang menjelaskan tentang Monitoring Data Iklim dan Perubahan Iklim. Materi ini mencakup analisis data jangka panjang (klimatologi) untuk mendukung sektor pertanian, penataan ruang, serta strategi mitigasi bencana Hidrometeorologi (seperti banjir dan kekeringan).

Gambar. Penyampain Materi oleh Ibu Kristin

Gambar. Penyampain Materi oleh Ibu Elvina

Setelah sesi pemaparan, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan observasi langsung di area stasiun pengamatan. Kedua kelompok melakukan kunjungan secara bergantian ke Taman Alat dan Ruangan Pemantauan & Analisis untuk mendapatkan pengalaman hands-on dan pemahaman sistematis. Pada observasi di Taman Alat Meteorologi, dilakukan Pengenalan dan praktik singkat penggunaan alat-alat meteorologi konvensional yang terpasang di lapangan. Alat-alat yang diamati meliputi: Sangkar Meteorologi, Panci Penguapan, Penakar Hujan (tipe Observasi dan Otomatis), Campbell Stokes (pencatat penyinaran matahari), dan Anemometer (pengukur kecepatan dan arah angin). Mahasiswa memahami standar penempatan alat dan mekanisme pengumpulan data harian. Sementara itu, di Ruangan Pemantauan & Analisis (Meteorology Climatology Early Warning System), mahasiswa mengamati alur pemrosesan data, pemodelan perkiraan cuaca, dan operasional sistem EWS, serta diperlihatkan cara membaca dan menginterpretasikan informasi cuaca (seperti perkiraan cuaca, arah/kecepatan angin, dan citra awan pembawa air) melalui software pemantauan cuaca dan iklim (SIDARMA) yang dapat diinstal di perangkat masing-masing.

Gambar. Taman Alat Meteorologi

Setiap kelompok mencatat fungsi setiap alat dan juga alur kerja pengamatan, dan mendiskusikan bagaimana data ini menjadi dasar bagi studi hidrologi dan geomorfologi.

Pada sesi penutup, mahasiswa diminta untuk membuat laporan hasil kunjungan institusi yang bertujuan untuk mengintegrasikan teori yang didapat di kelas dengan praktik operasional BBMKG yang membantu memperkuat kemampuan observasi, deskripsi, dan interpretasi.  

Kunjungan institusi ini berjalan lancar. Melalui pengalaman langsung ini, mahasiswa Program Studi Geologi dan Geofisika tidak hanya memahami hands-on aplikasi disiplin ilmu mereka di bidang Meteorologi dan Klimatologi, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai siklus hidrometeorologi, peran data atmosfer, serta kontribusi ilmu atmosfer dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Gambar. Uji coba alat ukur curah hujan periode 24 jam