Belajar Geologi Tak Hanya di Kelas — Mahasiswa UI Turun ke Lapangan Menguak Cerita Formasi Jatiluhur

Pada hari Minggu, 9 November 2025, mahasiswa semester pertama Program Studi S1 Geologi dan S1 Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia melaksanakan Kuliah Lapangan Geologi Dasar dan Pengantar Ilmu Kebumian di daerah Sungai Cileungsi, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru di bawah bimbingan tim dosen dan asisten pengajar.

Rombongan berangkat dari Boulevard UI pada pukul 05.30 dan tiba di lokasi lapangan sekitar pukul 08.00. Setelah pembukaan dan pembagian kelompok, kegiatan diawali dengan pemaparan materi Geologi Regional oleh Reza Syahputra, Ph.D., yang menjelaskan konteks geologi Cekungan Bogor serta posisi Formasi Jatiluhur sebagai formasi tertua yang tersingkap di wilayah tersebut. Materi kedua disampaikan oleh Asri Oktavioni Indraswari, D.Phil., yang memberikan panduan praktis mengenai teknik sketsa singkapan dan pencatatan lapangan untuk membantu mahasiswa dalam melakukan observasi ilmiah.

Observasi lapangan dilakukan di sepanjang aliran Sungai Cileungsi, tempat tersingkapnya Formasi Jatiluhur berumur Miosen Awal. Mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok (Pos A–D) untuk melakukan pengamatan terhadap litologi, struktur perlapisan, proses pelapukan, dinamika sungai, serta keterkaitan geomorfologi dengan kondisi batuan. Setiap kelompok mencatat hasil observasi dalam buku catatan lapangan, melengkapi sketsa singkapan, mengukur jurus dan kemiringan lapisan, serta mendokumentasikan ciri khas geologi yang ditemukan di setiap pos.

Asri Oktavioni Indraswari, D.Phil., selaku dosen, sedang memberikan panduan praktis mengenai teknik sketsa singkapan dan pencatatan lapangan

Pada sesi penutup, dilakukan rekap hasil pengamatan dan evaluasi yang dipandu oleh dosen pendamping. Para mahasiswa mempresentasikan temuan awalnya dan mendiskusikan interpretasi geologi daerah berdasarkan bukti lapangan yang diperoleh.

Kegiatan lapangan ini berjalan lancar dan kondusif dengan semangat tinggi dari seluruh peserta. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya memahami penerapan teori geologi dasar, tetapi juga mengasah keterampilan ilmiah seperti observasi, deskripsi, interpretasi, dan kerja sama tim. Kuliah lapangan ini menjadi fondasi awal dalam membentuk kompetensi geosains serta menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya ilmu kebumian dalam memahami dinamika Bumi dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Dr. Reza Syahputra sedang memberikan penjelasan deskripsi singkapan di sungai Cipamingkis